Taiwan Juga Memiliki Badak - Rhinoceros sinensis hayasakai
Penemuan fosil badak jenis Rhinoceros sinensis hayasakai (disingkat badak Hayasaka) dapat ditelusuri kembali pada tahun 1930. Pada saat itu, profesor geologi di Taihoku Imperial University (sekarang National Taiwan University), Ichiro Hayasaka, menyebutkan bahwa kemungkinan juga terdapat fosil badak di antara fosil hewan mamalia yang ditemukan di sungai Tsailiao yang berlokasi di Tso-chen, Hsinhua, kota Tainan. Museum Provinsi Taiwan (The Taiwan Provincial Museum) membentuk tim kerja pada bulan Desember 1971. Di bawah bimbingan Profesor Lin Chao-chi, tim kerja tersebut berangkat menuju Tso-chen untuk melakukan penggalian terhadap fosil badak. Pada tahun 1972, museum mempekerjakan dua ahli paleontologi Jepang, Profesor Tokio Shikama dan Profesor Hiroyuki Otsuka, untuk membantu pelaksanaan penggalian kedua. Pada tahun 1984 Profesor Hiroyuki Otsuka dan Profesor Lin Chao-chi memberi nama fosil badak ini Rhinoceros sinensis hayasakai, sebagai peringatan atas kontribusi luar biasa dari Profesor Ichiro Hayasaka bagi penelitian paleontologi Taiwan.